UNIDA Bogor Selenggarakan FGD, Kembangkan Model Perpustakaan Digital Terintegrasi sebagai Sumber Belajar
Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor
melalui Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka penyusunan Mockup Integrated System Information of
Digital Library (ISIDIGILIB), Rabu (29/9/2021). Kegiatan yang dilaksanakan
secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting ini merupakan
rangkaian Penelitian Terapan Unggulan (PTUPT) yang diketuai oleh Dr. Widyasari, M.Pd (Dosen
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIDA Bogor), beranggotakan Prof. Dr.
Arita Marini, M.Ed dan Dr. Rusi Rusmiati Aliyyah, M.Pd.
Direktur DRPM UNIDA Bogor, Ginung
Pratidina, M.Si dalam sambutannya mengatakan, kegiatan penelitian yang dilakukan
adalah salah satu bentuk kegiatan hibah yang didanai oleh Kemendikbudristek RI.
Kegiatan FGD menjadi salah satu langkah dan upaya
peneliti untuk dapat menyempurnakan hasil penelitian yang nantinya dituangkan
ke dalam luaran penelitian.
?Bu Widya sebagai salah satu peneliti UNIDA Bogor selalu berkomitmen dalam
menghasilkan luaran penelitiannya. Topik penelitian pun selalu update
menyesuaikan kondisi saat ini dan tidak jauh-jauh, artinya di lingkungan kampus
sendiri dapat menjadi objek penelitian. Oleh karena itu selamat, kami merasa
bangga karena Bu Widya dan tim telah mewakili UNIDA Bogor dalam hibah nasional
yang dilakukan. Harapan kami ini bisa diaplikasikan dan diterapkan di kampus
kita UNIDA Bogor,? tuturnya.
Diungkapkan oleh Dr. Widyasari,
M.Pd selaku Ketua Tim Peneliti, pandemi COVID-19 yang terjadi berdampak pada
setiap sektor kehidupan, tidak terkecuali dalam sektor pendidikan. Hal ini tentu mengakibatkan proses pendidikan dan pembelajaran yang
tadinya dilaksanakan secara tatap muka, menjadi jarak jauh dengan berbagai moda
daring. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang, khususnya bagi perguruan
tinggi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sehingga, perlu adanya sebuah sistem
pembelajaran daring berikut ketersediaan sumber belajar digital yang baik untuk
dapat mendukung proses pembelajaran.
?Pandemi ini datang tiba-tiba yang tidak semua perguruan tinggi siap
dengan sistem pembelajaran daring. Hasil evaluasi selama proses pembelajaran
daring, masih ada perguruan tinggi yang sistem pembelajaran daring dan sumber
belajar digitalnya belum memenuhi kebutuhan dosen dan mahasiswa? tuturnya.
Lebih lanjut dikatakan bahwa mahasiswa tidak bisa berkunjung ke
perpustakaan secara langsung, ini menjadi kendala yang kemudian menjadi
keresahan dan terjadi di sebagian perguruan tinggi. Dr.
Widyasari, M.Pd menyampaikan,
sesuai dengan topik penelitian, di era industri 4.0 terutama masa pandemi saat
ini diperlukan adanya sumber belajar yang dapat diakses oleh siapapun,
kapanpun, dimanapun, dan tentang apapun. Hasil penelitian ini merupakan cikal
bakal dari pengembangan model perpustakaan digital terintegrasi di UNIDA Bogor.
Dr. Widyasari, M.Pd mengutarakan alasan serta tujuan pengembangan perpustakaan digital
terintegrasi. Selain untuk menciptakan smart campus society, juga untuk mempersiapkan
lulusan dan SDM perguruan tinggi yang wajib memiliki softskill di abad
21, diantaranya creative and innovative, critical thinking and
problem solving, communication and collaboration, computational
logic, compassion and civic responsibility.
?Penelitian ini bersifat multiyears selama tiga tahun, yang lebih
mengedepankan sustainability. Adapun tujuan umum penelitian ini adalah
mengembangkan model perpustakaan digital online yang teritegrasi di era
revolusi industri 4.0 serta tujuan khususnya antara lain adalah adanya model
perpustakaan digital online terintegrasi sebagai sumber belajar di perguruan
tinggi, terbentuknya unit produksi media pembelajaran serta unit pengembangan
SDM perguruan tinggi,? tuturnya.
?Diharapkan nantinya model pengembangan perpustakaan digital
terintegrasi ini dapat membantu setiap kegiatan pembelajaran mahasiswa dan
dosen, mendukung pembelajaran daring pada masa pandemi COVID-19, serta
memberikan kontribusi dalam memenuhi instrumen akreditasi perguruan tinggi,? tambahnya.
Sementara itu, Ketua tim pengembang aplikasi, Richi Tirta Harry Sukamto, S.Pd menjelaskan
mengenai mockup ISDIGILIB mulai dari halaman awal hingga cara
penggunaan.
Salah satu peserta FGD, Arti Yoesdiarti, SP., MM mengatakan pelayanan perpustakaan
memang perlu ditingkatkan. Adanya pengembangan model perpustakaan digital
diharapkan tidak hanya dapat memudahkan mahasiswa maupun para dosen, tetapi
juga dapat meningkatkan akreditasi perpustakaan guna meningkatkan akreditasi
perguruan tinggi itu sendiri.
?Jadi memang kita sangat
membutuhkan peningkatan performa pelayanan keperpustakaan. Mudah-mudahan bisa
lancar dan berjalan dengan sebaiknya-baiknya. Kemudian yang perlu diperhatikan
terkait pengembangan aplikasi ialah wajib user friendly, sesuai dengan
kebutuhan dosen maupun mahasiswa. Maka untuk itu perlu disertakan mahasiswa dan
dosen untuk melakukan uji coba, apa kekurangannya sehingga akan jauh lebih usefull,?
tutur Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNIDA Bogor tersebut.