UNIDA Gelar Penguatan Kapasitas dan Kinerja Pejabat Struktural
Universitas Djuanda (UNIDA) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas dan Kinerja Pejabat Struktural UNIDA pada Jum’at, 29 November 2024 di Aula Gedung C. Kegiatan ini menghadirkan Penasehat Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliah Indonesia (YPSPIAI) Bidang Pendidikan Tinggi, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd, sebagai narasumber.
Acara ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, termasuk para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Kepala Badan, Kepala Program Studi, Sekretaris Program Studi, serta Kepala Biro dan Kepala Bidang di lingkungan UNIDA.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd, menjelaskan mengenai konsep Kampus Unggul. Menurutnya, kampus unggul adalah perguruan tinggi yang menjadi rujukan masyarakat, memiliki tata kelola yang melampaui standar, serta dibanggakan oleh yayasan, alumni, dan pengguna karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Organisasi bukan hanya suatu wadah, tetapi terkait dengan sistem pengelolaan sumber daya dalam mencapai suatu prestasi atau tujuan," tegas Prof. Uman.
Selain itu, ia juga menguraikan prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik, yaitu berpedoman pada kebijakan, berorientasi pada kebutuhan lapangan, merancang program dengan benar dan logis, melaksanakan program secara konsisten, serta memastikan hasilnya dapat diukur dan dikembangkan.
Lebih jauh, Prof. Uman memaparkan bahwa penguatan kinerja dalam organisasi memerlukan alur yang sistematis dan terstruktur. Tahapan pertama adalah Orientasi Tugas, di mana setiap individu perlu memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dengan baik. Proses ini mencakup mempelajari pedoman yang ada, mengevaluasi kemampuan diri, serta berkonsultasi dengan atasan atau ahli untuk mendapatkan arahan yang tepat.
Tahap selanjutnya adalah Rancangan Aksi, yang melibatkan langkah-langkah strategis seperti pemetaan sumber daya manusia (SDM) dan sarana pendukung, penentuan target yang jelas, serta pembuatan mekanisme kerja yang efektif. Rancangan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap aktivitas memiliki arah dan tujuan yang terukur.
Setelah itu, dilaksanakan tahap Implementasi, di mana program yang telah dirancang mulai disusun secara rinci, disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait, dan dilaksanakan sesuai rencana. Progres dari pelaksanaan ini juga harus dipantau dengan cermat, diikuti dengan pelaporan kepada pimpinan untuk transparansi dan akuntabilitas.
Tahapan terakhir adalah Umpan Balik, yang menjadi momen penting untuk melakukan evaluasi terhadap hasil yang telah dicapai. Dalam tahap ini, individu dan tim diberikan kesempatan untuk menerima masukan dari pimpinan, yang nantinya dapat digunakan untuk memperbaiki dan mengembangkan kinerja di masa mendatang.
“Dengan alur ini, setiap elemen organisasi diharapkan mampu bekerja secara optimal dan berkontribusi terhadap pencapaian tujuan bersama,” tuturnya.