[email protected] 0251-8240773
Informasi

UNIDA Luncurkan Visi Baru 'Menjadi Universitas Unggul Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa yang Menyatu dalam Tauhid dan Berstandar Internasional'

Sejalan dengan perkembangan dan tuntutan dunia pendidikan tinggi yang berwawasan internasional maka pada akhir Maret tahun 2022, Majelis Tinggi Universitas Djuanda (UNIDA) telah menetapkan visi baru, yakni “Menjadi Universitas Unggul Untuk Mencerdaskan Kehidupan Bangsa yang Menyatu dalam Tauhid dan Berstandar Internasional.”

Chancellor UNIDA, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menuturkan, ujung kata “Standar Internasional” mendorong cita-cita baru dari para insan UNIDA untuk menanamkan tekad dan mempercepat keberhasilan roadmap UNIDA menjadi Universitas Unggul pada tahun 2025 mendatang. Kemudian, kata “Unggul” dimaksudkan agar pengelolaan universitas dilakukan lebih profesional, oleh orang-orang profesional dalam bidangnya untuk menghasilkan lulusan yang profesional pula, yang dalam arti lain dapat diterima oleh masyarakat serta bermanfaat untuk bangsa dan negara.

Oleh karena itu, Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menjelaskan bahwa setelah kata unggul diikutkan tiga kata “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” yang bermaksud agar ke depan cita-cita founding father bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas, yang dapat memahami kehidupan penuh tantangan serta siap menghadapi persaingan global.

“UNIDA berkomitmen untuk dapat menghasilkan alumni yang cerdas spiritual, cerdas intelektual, cerdas sosial, cerdas emosional, dan memiliki kecerdasan adversity. Inilah lima kecerdasan yang UNIDA bangun dan menjadi budaya organisasi pada universitas ini,” tuturnya.

Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menambahkan, agar dosen dapat diakui oleh dunia internasional, tenaga pendidikan yang handal dan modern, maka UNIDA juga membangun 5-S (Sadar) yaitu sadar unggul, sadar SINTA, sadar prestasi, sadar diri, dan sadar teknologi.

“Lalu, sebagai makhluk Allah SWT yang meyakini dan mempercayai bahwa Allah itu Tuhan yang Maha Esa, sehingga kami menyebutnya dengan tauhid. Maka, terkenallah universitas kita tercinta menjadi Kampus Bertauhid,” tambahnya.

Untuk mencapai cita-cita sesuai dengan visi dan misi tersebut, Pembina Yayasan telah mengamanatkan kepada pimpinan universitas serta pengurus Yayasan agar saling bahu membahu dalam membangun kinerja kelembagaan secara koordinatif, integratif, terukur, dan terorganisir, melepaskan diri dari anasir individu, intrik, SARA, membangun kebersamaan kolektifitas dengan tagline “Dari Kita Oleh Kita dan Untuk Kita”.

“Yayasan, senat, dewan pengawas, dosen, organisasi kemahasiswaan, tenaga kependidikan, mahasiswa bahkan kami membangun tiga pilar yaitu petugas kebersihan, keamanan dan pengemudi sebagai pilar utama kebersamaan tersebut, sehingga satu sama lain saling menguatkan,” ujar Prof. Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.

Kebersamaan tersebut diikat dengan manajemenisasi UNIDA melalui WM Formation, sehingga semuanya menjadi keluarga tanpa batas dan memahami posisi masing-masing dengan didasari pada penginternalisasian 21 Nilai Karakter Tauhid, agar membangun satu peradaban Kampus Bertauhid, pimpinan bertauhid, pemikiran berbasis tauhid, serta manajemen yang berbasis tauhid.