UNIDA Terima Kunjungan LPM UIN Walisongo Semarang, Paparkan Strategi Optimalisasi Pusat Karir Guna Tingkatkan Mutu Lulusan
Delegasi Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas
Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengunjungi Universitas Djuanda (UNIDA)
dalam rangka sharing session terkait
dengan peningkatan mutu lulusan melalui manajemen tracer study dan optimalisasi pusat karir, Selasa (29/11/2022).
Kunjungan delegasi LPM UIN Walisongo Semarang yang
dipimpin langsung oleh Dr. H. A. Hasan Asy`ari
Ulama`I, M.Ag selaku Kepala
LPM UIN Walisongo
diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Aal Lukmanul
Hakim, S.H., M.H di Ruang Senat UNIDA.
Dalam sambutannya, Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H
menuturkan, sebagai salah satu kampus swasta terbaik yang termasuk dalam 100
besar perguruan tinggi nasional, UNIDA berkomitmen untuk mendorong terwujudnya
lulusan yang cerdas intelektual, spiritual, emosional, sosial, berkompeten,
berjiwa wirausaha serta menjadi rahmatan lil‘alamin.
“Pertama, kami ucapkan selamat datang
di Universitas Djuanda, Kampus Bertauhid. Terima kasih, tentu ini merupakan
sebuah kehormatan bagi kami
menerima kunjungan Bapak dan Ibu
sekalian. Sebagai
gambaran, kami memiliki 6 Fakultas dengan 16 Program Studi yang semuanya telah
terakreditasi baik maupun unggul. Kami juga memiliki program magister Sekolah
Pascasarjana, diantaranya Magister Hukum, Magister Administrasi Publik, dan Magister
Teknologi Pangan. Selain itu, saat ini kami sedang merintis program Doktor
Hukum dan program Kenotariatan, serta yang sudah berjalan tahun ini yakni program
Sekolah Vokasi,” tuturnya mengawali sharing
session.
Lebih jauh Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H menyampaikan
mengenai capaian-capaian yang diraih UNIDA pada tingkat nasional serta arah seluruh aspek kinerja universitas, termasuk
penjaminan mutu yang dicapai merujuk pada Rencana Induk Pengembangan (RIP) 2021-2046 dan Rencana Strategis
(RENSTRA) universitas.
“Ini mungkin
beberapa capaian kinerja yang alhamdulillah sampai hari ini kami pertahankan. Tentu ini adalah dampak dari penjaminan mutu dari setiap elemen
pelaksanaan yang secara umum
kami berada di 100 besar nasional perguruan tinggi terbaik non vokasi. Jadi
seluruh potensi mengacu pada RIP dan RENSTRA universitas, kemudian diaplikasikan dalam rencana kerja
tahunan sesuai dengan visi misi universitas maupun yayasan,”
tambahnya.
“Kampus
kami ini tidak memakai nama islam, tetapi secara visi, kami menetapkan visi universitas yang menyatu dalam tauhid, sehingga dinamakan Kampus Bertauhid.
Kami berharap ke depan kita bisa bekerja sama lebih jauh di beberapa bidang lainnya mencakup tridarma,”
pungkasnya.
Sementara itu Kepala
LPM UIN Walisongo, Dr. H. A. Hasan Asy`ari Ulama`I, M.Ag
mengungkapkan, manajemen tracer study
menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Dalam hal ini, optimalisasi pusat
karir sangat berkaitan untuk peningkatan mutu lulusan.
“Kami datang kesini, niatnya ingin belajar, dimanapun, titik-titik mana yang bisa kami lakukan untuk lakukan terobosan. Termasuk hari ini, kulo nuwun Pak WR, kami ingin ngorek ilmunya. Khususnya mengenai bagaimana pengelolaan alumni, karena kami memiliki hambatan di tracer study. Oleh karena itu, tentunya sharing ini akan sangat bermanfaat, mana yang sekiranya bisa diterapkan di kampus kami. Jadi sekali lagi kami haturkan terima kasih,” ungkapnya.